Archive

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

KHUTBAH



Kehidupan Dunia Tidak Lain Adalah Kehidupan Senda Gurau

Audzubillaahiminassyaithoonirrojiim
Wamal hayaataddunyaa illaa lahwuw walaib, wainnaddaarol aakhirota lahiyal hayawaanu laukaanuu ya’lamuun, shodaqollohul adzim.Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia
Marilah sama-sama kita panjatkan puji serta syukur ke Khadirat Allah Swt atas limpahan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita juga senantiasa kita berdoa semoga Allah Swt memberikan kekuatan hidayah kepada kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang kita terima.
Semoga shalawat serta salam Allah berikan kepada junjunagn Nabi besar Muhammad Saw.Hadirin yang berbahagia,
Al-Quran mempunyai sikap tersendiri menilai kehidupan dunia ini, ada banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan bagaimana sesungguhnya Al-Quran atau Islam menilai kehidupan dunia ini, salah satunya adalah Firman Allah dalam surat Al-Ankabut ayat 64, Allah berfirman wamaahaadzihil hayaatuddunyaa illa lahwuw walaib, Sesunguhnya kehidupan dunia ini tiada lain adalah lahwun yaitu senda gurau, walaibun dan main-main. Lalu pada ayat berikutnya dalam surat Al-An’am ayat 32 Allah menjelaskan pula yang redaksinya hampir sama, wamal hayaatuddunyaa illaa laibun walahwun, yang berbeda adalah penempatan huruf wawu disana artinya sama yaitu sesungguhnya kehidupan dunia ini tiada lain adalah laibun walahwun, laibun adalah main-main danlahwun yaitu senda gurau, kalau kita terjemahkan dengan bahasa yang lebih populer, maka kehidupan dunia ini adalah bagaikan panggung sandiwara.Dalam ayat yang lain Allah lebih menjelaskan lagi tentang apa kehidupan dunia ini, Allah menjelaskan ya’lamu annamal hayaataddunyaa laibun walahwun, yang pengertiannya sama sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah main-main dan senda gurau, tetapi ada penjelasan yang lebih rinci, disini wazinatun watafakhorun bainahumperhiasan dunia ini adalah panggung kesombongan dimana dunia itu merupakan tempat manusia menonjolkan diri dengan apa yang dia miliki, mungkin jabatan, mungkin posisi, mungkin harta, mungkin ketampanan, kecantikan, watakasul fi amwal kehidupan dunia ini adalah tempat orang-orang berlomba-lomba untuk menumpuk-numpuk harta, waktu setiap saat yang difikirkan adalah bagaimana orang menumpuk harta, wal auladi dan takasul fil aula berlomba untuk memperbanyak keturunan, Allah menjelaskan itu semua adalah kamaatalil ghoisil a’jabal kuffaru lakatuh itu semua bagaikan hujan yang kemudian hujan itu jatuh pada tanaman-tanaman, tanaman itu kemudian mengagumkan para petani karena hijau ranum tetapi apa yang terjadi di dunia, musfaraho kemudian tanah itu menjadi kering dan warnanya kuning-kekuningan dan menjadi hancur, kemudian disebutkan pada ayat berikutnya wafil akhiroti adzabun syadid, bahkan bukan saja di dunia itu semua fatamorgana tetapi di akhirat-pun dijelaskan disini wafil akhiroti adzabun syadid, tetapi Allah menjelaskanwamaghfirotumminalloh waridhwanun bahwa maghfiroh dan ridwan dari Allah Swt lebih utama dari itu semua. Penghujung ayat ini adalah wamal hayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur, kehidupan dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu.Hadirin rahimakumullah,
Kita perhatikan bagaimana Rasulullah juga menjelaskan tentang kehidupan dunia ini, ada sebuah hadist yang disampaikan oleh Imam Muslim, hadist itu menjelaskan suatu ketika rasul pergi ke pasar dan tentu saja karena pada waktu itu beliau adalah orang yang dikagumi semua orang, kedatangan beliau disambut kemudian diiringi oleh para sahabatnya lalu kemudian Rasulullah menemukan anak bangkai kambing yang cacat kemudian diangkat oleh Rasulullah lalu di tanyakan kepada para sahabat: “siapa diantara kalian yang menginginkan bangkai kambing ini?”, mereka mengatakan tentu tidak ada yang menginginkan itu ya Rasulullah, disamping karena ini merupakan bangkai ia juga cacat, kemudian Rasul menawarkan, “siapa yang akan membeli bangkai ini?” dan tidak ada seorang pun yang berniat membelinya, lalu kata rasul “bagaimana kalau saya berikan secara gratis”, sama saja Ya Rasulullah tidak ada yang mau, jawab para sahabat.
Dan ternyata pernyataan yang penting dari Rasulullah adalah, tahukah kalian semua bahwa dunia ini lebih hina daripada bangkai kambing itu.Hadirin yang berbahagia,
Lalu ada hadist qudsi yang menjelaskan bahwa Allah pernah mewahyukan kepada Nabi Daud a.s, dia menjelaskan perumpamaan dunia ini adalah laksana bangkai dimana anjing-anjing berkumpul mengelilinginya menyeretnya kesana kemari, apakah engkau senang menjadi seekor anjing lalu bersama mereka menyeret bangkai tersebut.Hadirin yang berbahagia,
Di dalam Al-Quran pun Allah Swt menjelaskan kepada kita bagaimana drama kehidupan itu benar-benar terjadi, setidaknya ada beberapa tokoh yang dijadikan contoh oleh rasul bagaimana sesungguhnya kehidupan ini merupakan drama, misalnya sosok Fir’aun, Fir’aun berulang kali dijelaskan oleh Allah Swt di dalam firmanNya, Firaun adalah sebagai sosok pemimpin yang dzalim yang sepak terjangnya itu bagaikan Tuhan, dia berhak untuk menentukan segalanya bahkan dia juga yang paling berhak menentukan siapa yang salah dan siapa-siapa saja yang benar, inilah sosok Firaun, Allah menjelaskan bahwa Firaun ini adalah satu contoh dari model bagaimana ia menjalani drama kehidupan dunia ini, kemudian ada Hamman, Hamman ini adalah arsiteknya Firaun, kalau dalam bahasa sekarang mungkin staf ahlinya atau bahkan staf khususnya, Hamman ini terdiri dari para sarjana tetapi ilmunya digunakan oleh dia untuk menopang kediktatoran dari Fir’aun ini, atau orang-orang intelektual yang melacurkan dirinya untuk sebuah kezaliman, kemudian ada Qarun, Qarun adalah bendahara Fir’aun, siapa Fir’aun ini dan siapa Qarun ini, Qarun ini adalah konglomerat-konglomerat atau para kapitalis yang menguasai aset-aset atau memiliki banyak harta tetapi tidak sedikit melakukan pencurian terhadap orang banyak bahkan harta itu dia gunakan untuk menyokong pemerintahan Fir’aun tersebut.Lalu ada Bal’am, ini adalah orang-orang di sekitar Fir’aun, Bal’am itu adalah ulama-ulama atau para ahli agama tetapi sama seperti kelompok Hamman mempunyai ilmu kemudian digunakan untuk menyokong Firaun yang berlaku seperti Tuhan palsu itu, ke-empat contoh tadi Allah jelaskan dalam Al-Quran sebagai akibat bagi kita karena sesungguhnya memang bahwa dunia ini adalah memang wahwun walaib, tetapi pertanyaannya apakah memang Islam dalam hal ini sedemikian negatifnya menilai dunia ini? kalau kita lanjutkan ayat-ayat yang tadi saya baca misalnya Allah menjelaskan tadi dalam surat Al-Ankabut, wamaahaadzihil hayatuddunya illa lahwuwwalaib wainnaddarol akhirota lahiyal hayawan. Memang dunia ini merupakan lahwun walaib merupakan dunia senda gurau dan permainan kalau orang itu tidak mempunyai landasan apa-apa sehingga boleh jadi bagi dia, dunia ini adalah hanya merupakan dunia rekayasa yang semuanya bisa direkayasa, semuanya bisa diatur tergantung siapa yang menguasai dan siapa yang dikorbankan, tetapi kata Allah Swtwainnaddarol akhirota lahiyal hayawan tetapi sesunguhnya kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya, laukanu ya’lamun seandainya mereka tahu berarti menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak tahu itu, Allah mengingatkanyaaayyuhalldzina amanu la tumhikul amwalakum wala auladukum andzikrillah jangan sampai kamu lupa kepada Allah. Allah menjelaskan bagaimana penyesalan-penyesalan orang yang mempunyai hidup atau yang mempunyai prinsip-prinsip hidup bahwa kehidupan ini hanya kehidupan dunia tidak ada kehidupan yang lain dalam surat An-Naba Allah menjelaskan inna andzarnakum adzaaban qoriba yauma yandzurul mar’uma qoddamat yadahu wayaqulul kafiru yalaitani kuntu thuroba orang kafir yang menganggap bahwa kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang tidak punya lanjutan dalam kehidupan akhirat. Ketika dia sadar bahwa sikap hidup yang dia jalani di dunia ini terus keliru dan dia dihadapkan di pengadilan yang seadil-adilnya dia mengatakan yalaitani kuntu thuroba, Ya Allah kalau begitu kenapa kami tidak dijadikan sebagai tanah saja.Hadirin yang berbahagia,
Lalu bagaimana agar kehidupan dunia ini bagi kita tidak masuk dalam laib walahwun, Allah menjelaskan di dalam banyak ayat bahwa Al-Quran juga memandang bahwa dunia itu merupakan sesuatu yang penting, dunia ini merupakan permainan dan senda gurau dan banyak orang yang tidak mempunyai dasar apa-apa, tetapi bagi orang yang mempunyai dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt tentu dunia ini merupakan sesuatu yang bermanfaat bahkan merupakan sesuatu yang penting tetapi Al-Quran hanya mengingatkan bahwa kehidupan dunia ini adalah bukan kehidupan, sesungguhnya rasul mencontohkan kalau anda mau pergi ke sebuah tempat lalu kemudian anda berteduh di sebuah pohon yang rindang. Kehidupan di dunia ini adalah seperti orang yang berteduh di bawah pohon rindang itu, jangan sampai terlalu lama dan jangan sampai terlena dengan keindahan pohon itu karena kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat kelak. Atau sama seperti kita pergi ke kantor di jalan kita banyak menemukan pasar atau super market lalu kemudian kita turun dan kita habiskan waktu kita di super market, kita belanja ini belanja itu dan kita lupa pada tujuan sesungguhnya yaitu kita pergi ke kantor yang merupakan aktivitas kita sehari-hari.Hadirin yang berbahagia,
Penjelasan serupa Allah jelaskan dalam surat Al-Ashr surat yang sangat populer yang kita semua hafal, Allah menjelaskan, Wal ashri innal insana lafi khusrin, muaranya sama seperti ayat yang tadi sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian yakni dia akan ikut dalam kondisi laib walahwun, Allah menjelaskan disini wal ashri biasanya ulama menjelaskan ashri demi masa dan demi waktu tetapi dalam penjelasan yang lain yang menurut saya lebih bagus bahwa al-ashr ini maksudnya adalah demi masanya Rasulullah ketika Al-Quran turun ketika Islam turun dan ketika Islam menampakkan atau menginvestasikan dirinya sebagai masyarakat ideal seolah-olah surat ini ingin mengingatkan kepada kita bahwa kalau kita ingin tidak terjebak kepada kehidupanlahwun walaib maka kita harus melihat bagaimana sesungguhnya Rasulullah dan para sahabatnya menyikapi hidup di dunia ini, innal insana lafi khusrinsesungguhnya manusia itu dalam kerugian disini disebutkan Al-insan, al-insan itu maksudnya adalah dia yang di dalam dirinya ada unsur insaniyah dan ada unsurhayawaniyah artinya kalau manusia itu lebih menonjolkan atau mungkin di dalam dirinya hanya ada unsur hayawaniyah boleh jadi orang itu akan terjebak dalam kehidupan yang main-main dan senda gurau itu , maka tugas kita terpenting adalah bagaimana caranya kita menonjolkan unsur insaniyahnya unsur kemanusiaan kita yang kata Allah Swt Allah ciptakan kita dalam bentuk yang sesempurna-sempurnanya bagaimana caranya ada dua dalam surat ini dijelaskan illalladzina amanu wa’amilussholihati yang pertama adalah beriman kenapa harus beriman karena dengan iman inilah kehidupan kita memiliki nilai yang berbeda dengan kehidupan hewan yaitu unsur spritualitas dan nilai yang tinggi dan bukan hanya persoalan materi, memunculkan sifat insaniyah atau sifat individu lalu kemudian watawashoubil haqqi watawa shoubisshobbri, ini dalam konteks masyarakat artinya tidak cukup hanya kita memunculkan unsur insaniyah atau individu tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana menciptakan masyarakat agar menonjolkan insaniyahnya bukan menonjolkan unsur hewaniyahnya kalau itu semua kita capai dan kita raih semuanya maka kita tidak akan terjebak ke dalam kehidupan yang dijelaskan dalam Al-Quranlaibun walahwun.
Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan hidayah untuk senantiasa memaknai hidup ini dengan makna yang sesungguhnya sesuai ajaran Al-Quran dan hadist agar kita tidak terhindar dalam kehidupan main-main. Wallahu ‘alam
Categories: Uncategorized

FONDASI


 

THE POWER OF SYAHADATAIN

Familiar bagi  kita tentang kisah – kisah sahabat Rasulullah dalam mempertahankan dan  menjayakan Islam. Subhanallah, mereka harus menghadapi rintangan dengan segala konsekuensinya, harta dan jiwa dipertaruhkan hanya untuk Allah semata. Hingga tidak mengherankan jika sosok mereka menjadi inspirasi para pejuang Islam saat ini dalam mempertahankan tegaknya agama Allah di bumi. Di masa itu sahabat Bilal bin Rabah seorang budak hitam  rela diletakkan di hamparan padang pasir yang panas tanpa sehelai baju dengan tubuh ditindih batu besar, disiksa, dicambuk tetapi Masha Allah beliau tetap bersikukuh dengan mengatakan ahad, ahad sebagai pengakuan syahadat dia kepada Allah, Tuhan Yang Esa.

Kisah Mush’ab bin Umair yang rela meninggalkan kemewahan dan segala kenyaman hidup sejak ia memutuskan untuk menjadi muslim. Hingga, karena kezuhudannya pada saat meninggal kain kafanpun tidak cukup menutup seluruh badannya. Maupun kisah keberanian para panglima perang, Hamzah bin Abdul Muthalib, Khalid bin Walid, Thariq bin Ziyad, Shalahudin Al Ayubi hingga Muhammad Al Fatih yang berhasil merobohkan benteng Konstantinopel yang konon sangat kuat, namun karena panglima dan tentara perang yang tangguh, memiliki semangat dan optimisme yang tinggi untuk menegakkan kalimat Allah pada akhirnya mereka berhasil membawa kemenangan. Apa yang telah mereka lakukan itu semua merupakan bentuk refleksi dan  implementasi dari syahadatain yang telah mereka ucapkan sejak  memutuskan masuk Islam. Syahadat telah melahirkan semangat yang sangat luar biasa, the power of  syahadat is never ending energy.

Urgensi Syahadat

Syahadat merupakan kalimat yang singkat, selalu dibaca berulang kali setiap hari dan memiliki makna yang luar biasa. Syahadat merupakan rukun Islam pertama dari lima rukunnya. Bagi seorang muslim, syahadat memiliki arti yang sangat penting.Pertama, kalimat syahadatain adalah pintu masuk Islam  sebagaimana tercantum dalam ayat Alqur’an 47: 19, 37: 35, 3:18, 7:172, 25:23, 39:64-65. Dengan membaca syahadatain maka seseorang telah diakui sebagai orang Islam yang memiliki hak dan kewajiban sama dengan muslim lain. Kedua,  syahadatain merupakan intisari ajaran Islam yang dilandasi dalam Alqur’an 2:21, 51:56, 21:25, 33:21, 3:31, 6:162, 3:19, 3:85, 45:18,6:153. Dengan syahadatain, syahadat tauhid maka seorang muslim mengakui bahwa segala sesuatu berasal dari Allah yaitu Alqur’an dan syahadat Rasul, maka mereka mengakui semua yang dibawa nabi Muhammad saw yaitu hadits. Sehingga konsekuensi bagi seorang yang bersyahadat adalah mengikuti Alqur’an dan sunnah. Ketiga, syahadatain adalah titik tolak perubahan sebagaimana termaktub dalam Alqur’an  6:122, 33:23, 37:35-37, 85:6-10, 18:2, 8:30.

Perubahan semua aspek bermula dari syahadatain, yaitu perubahan dari jahiliyah menuju Islam, dari ketebelakangan menuju kemajuan dan seterusnya. Keempat, hakekat dakwah Rasul maksudnya adalah bahwa syahadatain merupakan konsepsi dasar yang didakwahkan seluruh Rasul sebagaimana tertulis dalam Alqur’an 60:4, 18:110. Kelima, keutamaan yang besar, sebagaimana dalam hadist “Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallah, ia masuk surga”.

Makna Asyhadu

Dalam bahasa Arab, makna syahadat adalah ikrar (  3:18, 7:172, 3:81 ), sumpah (  63:1-2, 4:138-145  ) dan perjanjian ( 5:7, 2:285, 2:93 ). Ikrar, sumpah dan perjanjian hanya akan terucap dari orang yang benar – benar telah mengetahui dan yakin dengan apa yang diucapkan ( al iman ). Sehingga keyakinan itu akan tercermin dengan ucapan lisan, pembenaran dalam hati dan pembuktian dengan perbuatan. Sedangkan konsistensi dari iman dan ketaatan akan memunculkan keberanian, ketenangan dan optimisme.

Sehingga seorang muslim akan terbebas dari rasa takut, resah dan cemas dalam menjalani kehidupannya dan itulah sebenarnyavkebahagiaan yang sejati ( 3:185 ). Adapun hal hal yang  membatalkan syahadat adalah syirik ( menyekutukan Allah ), ilhad ( menyimpang dari kebenaran ) sikap yang menafikan sifat-sifat, nama-nama, dan perbuatan Allah dan nifaq ( berwajah Islam, tetapi hatinya kafir ).

Reality Umat Islam Saat Ini

Saat ini, persoalan yang muncul adalah mengapa umat Islam selalu tertinggal dari umat lainnya? Di hampir semua bidang kehidupan. Sebenarnya, akar semua masalah dapat dirunut dan berhulu pada pemahaman dan implementasi syahadat yang kurang benar atau tidak sempurna. Umat Islam masih terjajah, tertindas, tindakan anarkis merajalela, marak pornografi, free sex, penggunaan obat-obatan terlarang, tuduhan terorisme, dan masalah kemiskinan. Semua masalah tersebut menggambarkan begitu lemahnya kondisi umat Islam saat ini.

Bidang Pendidikan, Apa yang Harus Dilakukan

Sebuah survey menunjukkan bahwa sumber daya manusia di negara-negara muslim saat ini masih sangat tertinggal dibanding umat lainnya.Hal ini diukur dari perbandingan antara  jumlah pakar dalam setiap satu juta penduduk.  Israel yang notabene beragama Yahudi mempunyai 16000 pakar, Jepang yang mayoritas penduduk beragama Shinto dan Budha memiliki 6500 pakar, Rusia yang atheis memiliki 5000 pakar, Belanda yang beragama Kristen memiliki 4500 pakar, United Kingdom yang beragama Katolik meiliki 3200pakar, sedangkan negara-negara muslim seperti Mesir, Pakistan, Indonesia, Iran dan Nigeria masih memiliki jumlah pakar yang kurang dari 500.

Lemahnya SDM ini salah satu penyebabnya disinyalir karena cara pandang dan pemahaman terhadap Islam yang tidak kaffah. Berpikir dikotomis atau sekular. Islam hanya dipahami dari aspek ritual belaka sehingga menjadikan Islam terkesan sempit, bahkan hanya memuat ajaran yang sekedar menyiapkan kehidupan akhirat saja dan tidak menjamah pada persoalan keduniaan. Dalam dunia pendidikan, indikasinya dapat terlihat dalam  perguruan tinggi Islam versus perguruan tinggi umum, mata pelajaran agama di sekolah versus mata pelajaran umum seperti biologi, fisika, kimia, berhitung dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan persepsi yang salah dalam masyarakat seperti, cara berpikir yang dikotomis yang  berakibat mempersempit lingkup ajaran Islam itu sendiri. Islam hanya akan berada di masjid-masjid, di tempat-tempat kegiatan spiritual, di seputar upacara kelahiran, pernikahan dan kematian. Kemudian tokoh Islam dipersonifikasi sekedar sebagai ahli doa, bukan penemu salah satu bidang ilmu pengetahuan dari kegiatan risetnya, bukan pengusaha besar, bukan orang yang berada di kancah politik yang sesungguhnya sehari-hari memikirkan dan memperjuangkan umat dan kemanusiaan.  Selain itu, dakwah yang belum merata, juga termasuk problem utama umat Islam saat ini.

Padahal, jika kita menelusuri sejarah keemasan Islam, pada waktu itu Islam berhasil melahirkan banyak ilmuwan-ilmuwan sekaliber internasional yang pakar di berbagai bidang: astronomi, kedokteran, geologi dan ilmu-ilmu lainnya. Seperti Umar Khayyam (w. 1123), Al Battani (w. 929), Al Tusi (w. 1274), Tsabit bin Qurrah (w. 901), Abu Bakar Ar Razi (w.935) Al Majriti (w. 1007), Ibnu Nafis (w.1288), Az Zahra (w. 939), Al Ibadi (w. 873) dan Ibnu Majid (abad 15).

Dalam hal ini, Profesor Abdus Salam memberikan peringatan kepada umat Islam yang concern terhadap dunia keilmuwan,  hal – hal berikut harus bisa dihindari. Menurut beliau, saat ini umat Islam tidak mempunyai komitmen terhadap sains, baik sains terapan maupun sains murni, tidak memiliki hasrat yang kuat untuk mengusahakan tercapainya kemandirian sains dan teknologi (self reliance) , tidak membangunkan kerangka institutional dan legal yang cukup untuk mendukung perkembangan sains dan menerapkan cara yang tidak tepat dalam menjalankan manajemen kegiatan di bidang sains dan teknologi.

Ala kulli hal,  hal penting yang harus dilakukan saat ini adalah senantiasa meluruskan motivasi kita dalam mencari ilmu, memperbaiki sistem pendidikan dan pengajaran yang salah, menggunakan kaedah atau teknik yang tepat dan selalu mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan Allah. Harapannya semoga apa yang dilakukan tersebut, menjadi salah satu perwujudan syahadat kita dan menjadi  bagian dari solusi dalam menyelesaikan salah satu problema yang dihadapi umat Islam saat ini. Wallahu’alam.

oleh: Dwi ariyanto

  • Resensi dari materi tarbiyah Syarah Rasmul Bayan dan taskif pada hari Sabtu 24 April 2010 tentang  “Urgensi Syahadatain dalam Menyelesaikan Permasalahan Umat“ oleh ustaz M. Arif Budiman
Ayo Menulis

Ada dikatakan demikian: “Jika Anda dapat menciptakan kebiasaan menulis, Anda akan memiliki fondasi yang kuat sebagai seorang penulis.”

Jika Anda kesulitan mengusahakan waktu yang cukup untuk menulis, atau terus menunda-nundanya, atau nampaknya tidak pernah mulai menulis meskipun Anda sudah merencanakannya, Anda harus berusaha menciptakan kebiasaan menulis.

Pikirkanlah hal ini sejenak — jika Anda dapat menulis dengan konsisten selama satu jam (atau dua jam) dalam sehari:

Anda akan banyak menulis dalam jangka waktu sebulan, atau setahun. Jumlah tulisan Anda akan sangat banyak.

Anda akan memenuhi tenggat waktu menulis, karena Anda tidak menunda-nunda untuk menulis.

Kualitas tulisan Anda akan meningkat, karena Anda banyak berlatih menulis.

Anda akan merasa bahwa tulisan Anda bagus, dan karenanya Anda akan terus termotivasi untuk menulis.

Anda akan mengatasi masalah perang dan kelaparan dengan kejeniusan tulisan Anda.

Poin yang terakhir mungkin agak berlebihan, namun secara pribadi, saya mengalami empat poin pertama. Menulis sudah menjadi kebiasaan dan hasrat saya, dan saya sudah melakukannya cukup lama. Meski tidak semua kata yang saya tulis itu brilian dan memesona, saya dapat dengan bangga mengatakan bahwa saya sudah banyak menulis untuk banyak publikasi. Pada tahun terakhir saja, sebagai “blogger”, penulis blog lepas, dan komentator untuk banyak blog, saya barangkali sudah menulis lebih dari 1.000 postingan tulisan. Itu belum termasuk tulisan yang saya tulis di pekerjaan dan di luar dunia blog. Kebiasaan saya cukup sederhana: saya memiliki dua atau tiga hal yang benar-benar ingin saya tulis setiap hari, dan saya menulisnya sedini mungkin setiap hari. Biasanya 2 hingga 4 jam setiap hari (kadang lebih). Menulis adalah prioritas saya, dan dalam banyak hal, menulis banyak memberi saya manfaat.

Para penulis adalah para penunda-nunda yang tidak populer. Tapi kita tidak perlu menjadi seperti itu jika kita menciptakan kebiasaan menulis. Berikut adalah langkah-langkah yang cocok untuk saya; langkah-langkah yang juga saya gunakan untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan lain:

  1. Tulis kebiasaan menulis Anda.

    Jika Anda tidak berkomitmen untuk menuliskan kebiasaan menulis, Anda tidak benar-benar berkomitmen untuk membentuk kebiasaan tersebut. Jika Anda ingin membentuk suatu kebiasaan menulis, Anda harus benar-benar berkomitmen untuk melakukannya. Bukan kalimat “akan saya usahakan”, namun “saya benar-benar akan menulis”. Dan Anda harus menuliskan komitmen tersebut lalu memasangnya di tempat-tempat yang dapat Anda lihat dengan mudah. Secara spesifik, tulis kebiasaan seperti apa yang akan Anda lakukan (dalam hal ini menulis). Kapan, di mana, dan untuk berapa lama Anda akan melakukannya? Tuliskanlah semua itu.

  2. Menulislah setiap hari pada waktu yang sama, dengan pemicu.

    Akan baik jika Anda memiliki waktu tertentu setiap hari untuk mulai menulis. Saya lebih suka di pagi hari, namun bisa juga saat makan siang, atau sesaat sebelum tidur. Pastikan bahwa waktu itu adalah waktu yang tidak akan dijejali oleh aktivitas lain — jika Anda sering mendapat panggilan rapat setiap sore, misalnya, jangan menetapkan waktu itu sebagai waktu menulis Anda (kecuali Anda memiliki otoritas untuk tidak mengikuti rapat itu).

    Yang sama pentingnya dengan memiliki waktu khusus untuk menulis adalah memiliki pemicu. Apakah pemicu itu? Ini adalah suatu peristiwa yang akan mendorong Anda untuk melakukan kebiasaan itu. Misalnya, ketika dulu saya merokok, saya memiliki beberapa pemicu: saya akan merokok saat bangun tidur, stres, setelah rapat, dan sebagainya. Ketika saya ingin mengubah kebiasaan tersebut, saya harus mengubah beberapa pemicu itu, sehingga saya memiliki kebiasaan yang baru untuk menggantikan kebiasaan merokok. Ketika bangun tidur, misalnya, saya akan berolahraga. Untuk menciptakan kebiasaan baru, kita harus berusaha keras menghubungkan kebiasaan tersebut dengan pemicu. Contohnya, katakan saja Anda ingin menulis pada pagi hari — Anda akan bangun dari tempat tidur, mandi, membuat kopi, dan kemudian mulai menulis. Jadi, membuat kopi adalah pemicu untuk Anda menulis, dan mandi adalah pemicu untuk Anda membuat kopi, dan bangun dari tempat tidur adalah pemicu untuk Anda mandi. Dan karena Anda pasti akan bangun dari tempat tidur setiap hari, jadi Anda tidak akan memiliki masalah menerapkan hal ini. Pilih sebuah pemicu yang Anda tahu akan Anda lakukan setiap hari, dan kemudian menulislah.

  3. Berkomitmenlah kepada orang lain.

    Seperti yang telah dituliskan di atas, adalah penting untuk memiliki komitmen yang kuat guna membentuk kebiasaan menulis. Untuk itu, akan membantu jika komitmen itu sifatnya tidak pribadi. Umumkanlah komitmen Anda kepada banyak orang. Beritahu keluarga, teman-teman, rekan kerja Anda, tulis dalam situs blog Anda, kirimkan ke sebuah forum diskusi online, dan sebagainya. Katakan dengan jelas apa yang akan Anda lakukan, dan berjanjilah untuk melaporkan kepada mereka hal-hal yang telah Anda lakukan (lihat butir nomor 6 di bawah). Hal ini akan memotivasi Anda untuk tetap melakukan kebiasaan menulis.

  4. Fokuslah selama 1 bulan.

    Salah satu kunci untuk membentuk sebuah kebiasaan baru adalah fokus. Jika Anda benar-benar fokus untuk membentuk kebiasaan menulis, Anda akan sukses (terutama jika Anda mengombinasikannya dengan beberapa tips lain dalam artikel ini). Jika Anda mencoba untuk menciptakan banyak kebiasaan baru dalam satu waktu sekaligus, fokus Anda akan tersebar. Jangan terjerat pada jebakan yang lazim ada namun menggoda ini. Kerahkan seluruh fokus dan energi Anda untuk membentuk kebiasaan baru dalam menulis.

  5. Temukan motivasi Anda.

    Apa alasan Anda melakukan kebiasan menulis? Apa yang memotivasi Anda untuk duduk dan menulis? Apa yang dapat membuat Anda tetap termotivasi ketika Anda sedang tidak ingin menulis? Mengetahui apa yang menjadi motivasi Anda itu penting — dan sangat baik jika Anda menuliskannya.

  6. Catat dan bertanggungjawablah.

    Sangat penting mencatat kebiasaan baru Anda. Hal termudah yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan tanda “X” di kalender Anda setiap kali Anda menulis. Atau Anda bisa juga menyiapkan sebuah lembar kerja untuk mencatat waktu dan tanggal, dengan catatan kecil ketika Anda menulis. Ini dapat menjadi alat untuk membantu Anda melacak apakah tujuan Anda sudah tercapai atau belum. Atau Anda bisa juga membuat catatan dalam blog pribadi; dengan menuliskan tulisan singkat dalam blog Anda setiap kali Anda selesai menulis. Forum diskusi online merupakan cara yang baik pula untuk mencatat apa yang sudah Anda lakukan. Cara apapun yang Anda pakai, lakukanlah itu dengan konsisten dan segera lakukan pencatatan setiap kali Anda selesai menulis. Bagikanlah catatan Anda tersebut kepada orang lain sebagai bentuk pertanggungjawaban Anda kepada orang lain.

  7. Tentukan penghargaan diri.

    Penghargaan adalah motivator yang luar biasa. Sering-seringlah memberi penghargaan kepada diri sendiri ketika Anda baru mulai berusaha membentuk kebiasaan menulis: berikan satu hadiah kecil untuk diri sendiri pada hari pertama Anda menulis, kemudian pada hari yang kedua dan ketiga. Setelah itu, berikan hadiah kepada diri Anda setelah menulis secara rutin selama 1 minggu. Lalu kurangi lagi, Anda akan memberikan hadiah pada diri Anda setelah menulis secara rutin selama 1 bulan. Buat daftar penghargaan sebelum Anda mulai menulis, jadi Anda dapat melihat hadiah apa saja yang dapat Anda terima jika Anda mulai menulis.

  8. Disiplin.

    Semakin konsisten Anda menulis, semakin kuat kebiasaan itu jadinya. Pastikan kebiasaan Anda terhubung kuat dengan pemicu Anda, sehingga setiap kali pemicunya terjadi, Anda akan melakukan kebiasaan Anda. Itulah yang membentuk suatu kebiasaan. Jika pemicunya terjadi, dan kadang Anda tidak melakukan kebiasaan Anda, maka Anda tidak benar-benar membentuk sebuah kebiasaan. Jadi, daripada Anda menyalahkan diri kelak, lebih baik Anda benar-benar disiplin. Karena sekali Anda tidak melakukan kebiasaan itu, kemungkinan Anda akan melakukannya lagi lain waktu. Jika Anda merasa sedang tidak ingin menulis hari ini, katakan pada diri Anda dengan tegas: “Disiplin!”

    Apa yang akan terjadi jika karena beberapa alasan, Anda tidak melakukan kebiasaan Anda? Jangan lantas menyalahkan diri Anda sendiri. Analisa dan cari tahu mengapa hal itu sampai terjadi dan cari solusinya agar tidak terjadi lagi. Kemudian maju terus. Membentuk suatu kebiaaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun jika Anda disiplin, Anda akan berhasil.

  9. Mencari inspirasi.

    Motivator terbaik adalah inspirasi. Ketika saya membentuk kebiasaan baru, saya suka membaca pengalaman-pengalaman sukses orang lain. Saya akan membaca buku, majalah, situs, dan blog dengan topik tersebut. Lakukanlah hal yang sama saat menulis — carilah inspirasi, tetapi jangan membiarkan kegiatan membaca tersebut menghambat Anda untuk menulis.

  10. Jadikan menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan.

    Yang terpenting, jika kebiasaan itu tidak menyenangkan, Anda akan sering kehilangan motivasi. Mencoba disiplin memang penting, tapi pada akhirnya, motivasilah yang merupakan faktor pentingnya. Anda tidak dapat memaksa motivasi. Jadi, carilah cara untuk membuat kebiasaan menulis itu menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bisa dengan memutar musik atau menenggak secangkir kopi atau teh saat Anda menulis. Menulislah dengan ditemani sesuatu yang Anda sukai.

    Harmonisasi Wudhu’ dengan Kesehatan
    Harmonisasi Wudhu’ dengan Kesehatan
    Wudhu’ merupakan indikator salah satu syarat diterimanya ibadah seorang muslim. Perintah berwudhu’ yang dilakukan, baik sebelum shalat dan sebelum melakukan ibadah sunnah lainnya, seperti membaca al-Qur’an, bukanlah tanpa manfaat. Bahkan, doa yang dibaca usai berwudhu’ (allahummaj’alni min at-tawaabin waj’alni min al-mutathahhirin, waj’alni min ‘ibadika ash-shalihin) cukup nyata menunjukkan bahwa wudhu’ berperan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

    Buku : Sehat dengan Wudhu’

    Penulis : Syahruddin El-Fiki

    Penerbit : Al-Mawardi Prima, Jakarta

    Tahun Terbit : Mei, 2011

    Halaman : Viii + 124 hlm

    Dalam Islam, kesehatan adalah salah satu hal yang paling penting. Sebab, dengan modal kesehatan, seorang muslim dapat bekerja untuk menafkahi seluruh keluarganya. Dengan sehat pula, seorang Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan lancar. Wudhu’ dijadikan Allah sebagai salah satu media yang berperan untuk menjaga kesehatan. Wudhu’ juga mampu merangsang dan menstimulus energy yang ada di dalam tubuh orang yang melakukannya. Seluruh peredaran darah di dalam tubuh akan menjadi lancar, bila berwudhu’ dengan cara yang benar.

    Buku yang berjudul “Sehat dengan Wudhu’” mengurai dengan detail bagaimana mekanisme wudhu’ mampu berperan menjaga kesehatan. Buku ini dibagi oleh Syafaruddin El-Fikri, penulis buku ini menjadi delapan bagian. Yaitu, Sehat dengan wudhu’, dari Akupuntu hingga SEFT, empat teori jadi satu, wudhu’ aktifkan titik-titik energi, syarat untuk membersihkan diri, hikmah dan manfaat wudhu’, wudhu’ batin, dan memelihara waktu.

    Dalam bab “Wudhu’ Aktifkan Titik-Titik Energi”, pembaca akan menemukan bahwa di dalam organ tubuh yang dibersihkan saat wudhu terdapat beberapa titik energi. Pengakuan titik energi tersebut diakui oleh para ahli kesehatan dan akupuntur. Membasuh wajah, misalnya. Para peniliti dan ahli akupuntur menyebutkan, titik-titik akupuntur di wajah yang menjadi area wudhu berjumlah 84 titik. Maka dengan membasuh wajah secara benar, efeknya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan.

    Rasulullah SAW. telah cukup lama mengaklamasikan, “Kemilau cahaya seorang mukmin (kelak pada hari kiamat) sesuai dengan batas basuhan wudhu’nya”, maka menurut pakar kesehatan dengan membasuh muka saat berwudhu’ dengan sedikit pijatan, akan memberi efek positif pada usus, ginjal dan sistem syaraf maupun reproduksi. Sedangkan dari sisi kulit, akan membuat kulit wajah yang kencang, bersih dan membuat wajah bercahaya.

    Konkritnya, apa yang dibersihkan saat berwudhu’ memberikan efek yang baik bagi kesehatan. Tampak sekali adanya harmonisasi antara wudhu’ dengan kesehatan. Maka wajar, jika Hatim al-Asham mengajarkan selain wudhu’ lahir, kita harus melakukan juga wudhu’ bathin yang tujuh: senantiasa bertaubat kepada Allah atas segala dosa, menyesali segala dosa-dosa yang dikerjakan dan berjanji tak akan mengulanginya lagi, membersihkan diri dari cinta dunia, meng hindarkan diri dari segala pujian manusia, meninggalkan sifat bermegah-megahan, tidak berkhianat dan menipu, dan menjauhi perbuatan iri dan dengki. (Bab Wudhu’ Batin, hal. 107)

    Buku ini layak dibaca oleh segala kalangan, baik para praktisi kesehatan maupun masyarakat awam. Selain bahasa yang digunakan penulis cukup sederhana, juga mampu menumbuhkan semangat pembaca untuk melakukan penjagaan kesehatan yang murah dan memang diajarkan oleh agama. Karena setiap hari, kita wajib mengerjakan shalat lima waktu. Dengan wudhu yang benar dan sesuai aturan, artinya lima kali dalam sehari kita menjaga kesehatan sambil beribadah kepada Allah.

Categories: Uncategorized